PELATIHAN PEMANFAATAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) SEBAGAI ALAT BANTU PRODUKTIVITAS KERJA APARATUR PADA KANTOR KECAMATAN RANGKASBITUNG
PELATIHAN PEMANFAATAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) SEBAGAI ALAT BANTU PRODUKTIVITAS KERJA APARATUR PADA KANTOR KECAMATAN RANGKASBITUNG
Lebak, lenterabanten.com — Program Studi Sistem Informasi Universitas Pamulang Kampus Kota Serang telah melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Pelatihan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) Sebagai Alat Bantu Produktivitas Kerja Aparatur Pada Kantor Kecamatan Rangkasbitung”. Kegiatan dilaksanakan pada Kamis, 24 September 2026, mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai, bertempat di Aula Kantor Kecamatan Rangkasbitung, Jl. Sunan Kalijaga No. 291, Kelurahan Muara Ciujung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Kode Pos 42314.
Kegiatan ini diikuti oleh 25 orang aparatur dan staf lingkungan Kantor Kecamatan Rangkasbitung, yang antusias mengikuti rangkaian pelatihan dari awal hingga akhir. Pelaksanaan kegiatan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, dengan tujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pemerintahan daerah melalui penguasaan teknologi masa kini.
Tim pelaksana kegiatan terdiri dari mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Pamulang yang dipimpin oleh Muhamad Hapidhnur (NIM: 241091700229) selaku Ketua Kelompok. Anggota tim antara lain: Anggi Kurnia (241091700148), Hudeli (241091700243), Khoirunnisa (241091700464), Siti Holis (241091700757), dan Sumusul Ma’rifah (241091700717). Seluruh kegiatan dibimbing dan didampingi oleh dosen pembimbing Rimasya Ayu Jaeningsih, S.Kom., M.Kom.
Acara dibuka secara resmi dengan rangkaian tata tertib yang khidmat: dimulai dari registrasi peserta, pembukaan oleh pembawa acara, penyanyian Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan sambutan-sambutan.
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Camat Rangkasbitung, Yanti Komalasari, S.Sos., M.M memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan pelatihan. Beliau menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Universitas Pamulang, khususnya Program Studi Sistem Informasi, yang telah memilih Kecamatan Rangkasbitung sebagai mitra pelaksanaan kegiatan pengabdian.
“Kehadiran teknologi Kecerdasan Buatan atau AI tidak dapat kita hindari, melainkan harus kita pelajari dan kuasai agar menjadi sarana yang mempermudah, mempercepat, dan meningkatkan kualitas pelayanan kita kepada masyarakat. Pelatihan ini sangat tepat waktu dan sangat dibutuhkan oleh aparatur Kecamatan Rangkasbitung.” — ungkap Yanti Komalasari, S.Sos., M.M dalam sambutannya.
Beliau juga berharap agar ilmu yang dipetik dapat diterapkan secara langsung dalam pekerjaan sehari-hari, sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih cepat, tepat, dan transparan.
Selanjutnya, Ketua Pelaksana, Muhamad Hapidhnur, menyampaikan sambutan sekaligus pengarahan mengenai tujuan dan pentingnya penggunaan AI secara kritis dan bertanggung jawab terhadap setiap informasi yang dihasilkan oleh teknologi.
“AI bukanlah jawaban mutlak atas segala persoalan, melainkan alat bantu yang hebat. Di balik hasil yang ditampilkan AI, terdapat proses pengolahan data yang belum tentu sempurna atau sesuai dengan kondisi nyata. Oleh karena itu, peran manusia untuk memeriksa, memverifikasi, dan memutuskan tetaplah menjadi yang utama dan tidak dapat digantikan.” — tegas Muhamad Hapidhnur selaku ketua pelaksana.
Pelatihan ini disusun secara sistematis dengan mengacu pada kebutuhan nyata aparatur di lingkungan kantor kecamatan. Tujuan utama kegiatan ini antara lain:
1. Meningkatkan pemahaman aparatur mengenai konsep, perkembangan, serta berbagai bentuk penerapan Artificial Intelligence dalam kehidupan sehari-hari dan dunia kerja.
2. Melatih kemampuan peserta memanfaatkan AI sebagai alat bantu untuk menyusun dokumen, meringkas informasi, menyusun pengumuman, mengembangkan ide kegiatan, serta menyempurnakan struktur dan bahasa tulisan resmi.
3. Menguasai teknik penyusunan instruksi atau prompt yang efektif — yaitu rumusan pertanyaan atau perintah yang jelas, lengkap, dan terarah agar hasil yang diberikan AI sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.
4. Menumbuhkan kesadaran mendalam mengenai keterbatasan AI: informasi yang dihasilkan tidak selalu benar, lengkap, atau sesuai dengan fakta lapangan, sehingga wajib diperiksa dan disesuaikan.
5. Meningkatkan pemahaman tentang pentingnya menjaga keamanan dan kerahasiaan data — tidak memasukkan informasi pribadi, nomor identitas, data keuangan, dokumen internal, maupun informasi sensitif ke dalam sistem AI yang tidak menjamin keamanan.
6. Menerapkan prinsip etika dan tanggung jawab dalam penggunaan teknologi: AI mempermudah pekerjaan, namun tanggung jawab atas isi dokumen, keputusan yang diambil, serta informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap berada sepenuhnya pada aparatur yang bersangkutan.
Materi yang disampaikan dirancang dengan bahasa yang sederhana, contoh kasus yang relevan dengan tugas pokok dan fungsi kecamatan, serta dihindari penggunaan data atau informasi nyata yang bersifat rahasia.
Kegiatan tidak berhenti pada penyampaian materi semata. Metode yang digunakan dirancang agar peserta aktif terlibat, yaitu:
- Uji Pemahaman Awal (Pre-Test) — untuk mengetahui sejauh mana pemahaman peserta sebelum pelatihan dimulai.
- Pemaparan Materi & Demonstrasi Langsung — tim mahasiswa mempraktikkan langsung cara menyusun instruksi, memanfaatkan AI untuk menyusun draf surat, membuat ringkasan laporan, hingga menyusun materi informasi kegiatan.
- Quiz/ Interaktif AI— sesi tanya jawab seru dan interaktif untuk menguji pemahaman peserta mengenai manfaat, keterbatasan, serta cara memverifikasi informasi dari AI.
- Studi Kasus & Praktik Mandiri — peserta mencoba langsung menyusun instruksi, memperbaiki hasil keluaran AI, serta menyusun draf dokumen sesuai kebutuhan pekerjaan masing-masing.
- Diskusi & Tanya Jawab — peserta menyampaikan kendala, pertanyaan, serta pengalaman terkait pemanfaatan teknologi di tempat kerja.
- Uji Pemahaman Akhir (Post-Test) — untuk mengukur peningkatan wawasan peserta setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Salah satu pesan paling mendalam yang disampaikan selama kegiatan ini adalah pentingnya menempatkan AI pada posisi yang tepat — sebagai alat bantu yang mendukung kinerja, bukan pengganti kemampuan berpikir manusia. Peserta dilatih untuk tidak langsung menerima informasi yang diberikan AI, melainkan membaca ulang, membandingkan dengan sumber yang dapat dipercaya, menyesuaikan dengan kondisi nyata di lapangan, dan memperbaiki bagian yang kurang tepat sebelum dokumen digunakan atau disebarkan.
Peserta juga diberikan pemahaman khusus mengenai jenis informasi yang wajib dijaga kerahasiaannya, antara lain: nomor identitas pribadi, alamat, nomor telepon, data keuangan, dokumen internal, serta data pribadi warga masyarakat. Hal ini sejalan dengan prinsip perlindungan data dan privasi yang diatur dalam berbagai ketentuan, termasuk pedoman penggunaan AI yang dikeluarkan oleh UNESCO serta OECD.
Kegiatan diakhiri dengan penyerahan cenderamata dan sesi foto bersama sebagai tanda kenang-kenangan sekaligus bukti kebersamaan. Program Studi Sistem Informasi Universitas Pamulang berencana melanjutkan kerjasama ini melalui program lanjutan yang akan disesuaikan dengan kebutuhan nyata Kantor Kecamatan Rangkasbitung, mencakup materi yang lebih mendalam dan penerapan teknologi yang lebih spesifik.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta lingkungan kerja yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga cerdas, kritis, teliti, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkannya. Peningkatan literasi digital aparatur merupakan langkah awal yang sangat penting untuk mewujudkan pelayanan publik yang lebih cepat, tepat, transparan, dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten.
Redaksi: Pachiko, S.AP
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Related Articles