DATA DESIL AMBURADUL, BANTUAN SOSIAL MELENCENG: RAKYAT MISKIN YANG JADI KORBAN

Terkini 03 Sep 2026 11:12 2 min read 3 views By Misbah

Share berita ini

DATA DESIL AMBURADUL, BANTUAN SOSIAL MELENCENG: RAKYAT MISKIN YANG JADI KORBAN
DATA DESIL AMBURADUL, BANTUAN SOSIAL MELENCENG: RAKYAT MISKIN YANG JADI KORBANSerang, 4 September 2026 – Sistem pemeringkatan kesejahteraan berbasis d...

DATA DESIL AMBURADUL, BANTUAN SOSIAL MELENCENG: RAKYAT MISKIN YANG JADI KORBAN


Serang, 4 September 2026 –

Sistem pemeringkatan kesejahteraan berbasis desil yang diterapkan pemerintah saat ini dinilai amburadul dan tidak tepat sasaran. Akibatnya, bantuan sosial justru melenceng dan tidak sampai ke masyarakat miskin yang paling membutuhkan.


Desil seharusnya jadi "kompas" untuk menyalurkan bansos. Ada 10 kelompok, dari Desil 1 = paling miskin, sampai Desil 10 = paling mampu. 

Faktanya di lapangan ? Kebalik.


*3 BUKTI DI LAPANGAN YANG AMBURADUL*


1. *Yang Miskin Masuk Desil 7-8*  

    Banyak warga yang rumahnya reot, kerja serabutan, tidak punya tabungan, tapi datanya masuk Desil 6-8. Alasannya: "Punya motor kredit" atau "Punya HP". Padahal itu kebutuhan kerja, bukan indikator mampu.


2. *Yang Mampu Masuk Desil 1-2*  

    Sebaliknya, ada yang punya usaha, punya kendaraan 2, tapi karena "tidak terdata" atau "titip KK ke rumah orang tua", tiba-tiba masuk Desil 1. Gampang dapat bansos.


3. *Data Tidak Pernah Diperbarui*  

    Data DTKS dan P3KE terakhir di-update tahun 2023. Sementara kondisi ekonomi warga berubah tiap bulan. PHK, gagal panen, harga naik. Tapi datanya masih "beku". 


*AKIBATNYA: RAKYAT MISKIN TERZOLIMI*


1. *Bansos tidak tepat sasaran* - Yang dapat bukan yang paling butuh.


2. *Konflik sosial* - Tetangga iri, karena yang "kelihatan mampu" dapat, yang susah tidak dapat.


3. *Aparatur kewalahan* - RT/RW jadi sasaran kemarahan warga, padahal mereka tidak pegang datanya


*TUNTUTAN KAMI KEPADA PEMERINTAH*


1. *Audit & Validasi Ulang Total*  

    Turunkan petugas BPS + Kemensos + Pemda untuk verifikasi door to door. Jangan cuma andalkan data online.


2. *Libatkan RT/RW dan Tokoh Masyarakat*  

    Mereka yang paling tahu siapa yang benar-benar miskin di wilayahnya. Jangan hanya percaya algoritma.


3. *Perbarui Data Tiap 3 Bulan*  

    Ekonomi masyarakat dinamis. Masa data bansos di-update 3 tahun sekali.

4. *Buka Akses Pengaduan & Perbaikan Data*  

    Warga harus gampang lapor kalau datanya salah. Sekarang prosesnya berbelit dan tidak transparan.


Desil bukan sekadar angka di aplikasi. Desil adalah nasib, Kalau datanya salah, maka keadilan sosial juga salah. 


Sudah saatnya pemerintah berhenti berlindung di balik "data sistem". 

Turun, lihat, dan dengar langsung jeritan rakyat miskin yang datanya dicoret sistem.


*M. Alamsyah (Aktivis Mahasiswa Banten Bergerak)* Ujarnya.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Lentera Banten

Recent Articles

Popular Articles